Gunung Rinjani, Lombok, NTB

0 comments

Gunung Rinjani adalah gunung yang berlokasi di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat. Gunung yang merupakan gunung berapi kedua tertinggi di Indonesia dengan ketinggian 3.726 m dpl serta terletak pada lintang 8º25' LS dan 116º28' BT ini merupakan gunung favorit bagi pendaki Indonesia karena keindahan pemandangannya. Gunung ini merupakan bagian dari Taman Nasional Gunung Rinjani yang memiliki luas sekitar 41.330 ha dan ini akan diusulkan penambahannya sehingga menjadi 76.000 ha ke arah barat dan timur. 
Secara administratif gunung ini berada dalam wilayah tiga kabupaten: Lombok Timur, Lombok Tengah dan Lombok Barat.

Topografi

Gunung Rinjani dengan titik tertinggi 3.726 m dpl, mendominasi sebagian besar pemandangan Pulau Lombok bagian utara. Di sebelah barat kerucut Rinjani terdapat kaldera dengan luas sekitar 3.500 m × 4.800 m, memanjang kearah timur anda barat. Di kaldera ini terdapat Segara Anak (segara= laut, danau) seluas 11.000.000 m persegi dengan kedalaman 230 m. Air yang mengalir dari danau ini membentuk air terjun yang sangat indah, mengalir melewati jurang yang curam. Di Segara Anak banyak terdapat ikan mas dan mujair sehingga sering digunakan untuk memancing. 
Bagian selatan danau ini disebut dengan Segara Endut. Di sisi timur kaldera terdapat Gunung Baru (atau Gunung Barujari) yang memiliki kawah berukuran 170m×200 m dengan ketinggian 2.296 - 2376 m dpl. Gunung kecil ini terakhir aktif/meletus sejak tanggal 2 Mei 2009 dan sepanjang Mei, setelah sebelumnya meletus pula tahun 2004. Jika letusan tahun 2004 tidak memakan korban jiwa, letusan tahun 2009 ini telah memakan korban jiwa tidak langsung 31 orang, karena banjir bandang pada Kokok (Sungai) Tanggek akibat desakan lava ke Segara Anak. Sebelumnya, Gunung Barujari pernah tercatat meletus pada tahun 1944 (sekaligus pembentukannya), 1966, dan 1994. Selain Gunung Barujari terdapat pula kawah lain yang pernah meletus,disebut Gunung Rombongan.

Rinjani saat meletus pada tahun 1994

Pendakian

Gunung Rinjani Terletak di pulau Lombok, Untuk menuju Gunung Rinjani, anda dapat menggunakan bus langsung Jakarta-Mataram, setelah sampai di mataram anda menuju ke desa sembalun atau bisa juga ke desa senaru menggunakan kendaraan setempat.atau menggunakan penerbangan dari Jakarta, Surabaya, dan Denpasar menuju ke bandara selaparang mataram - Lombok.
Rinjani memiliki panaroma paling bagus di antara gunung-gunung di Indonesia. Setiap tahunnya (Juni-Agustus) banyak dikunjungi pencinta alam mulai dari penduduk lokal, mahasiswa, pecinta alam.
Suhu udara rata-rata sekitar 20 °C; terendah 12 °C. Angin kencang di puncak biasa terjadi di bulan Agustus.
Selain puncak, tempat yang sering dikunjungi adalah Segara Anakan, sebuah danau terletak di ketinggian 2.000m dpl. Untuk mencapai lokasi ini kita bisa mendaki dari desa Senaru atau desa Sembalun Lawang (dua entry point terdekat di ketinggian 600m dpl dan 1.150m dpl).
Kebanyakan pendaki memulai pendakian dari rute Sembalun dan mengakhiri pendakian di senaru, karena bisa menghemat 700m ketinggian. Rute Sembalun agak panjang tetapi datar, dan cuaca lebih panas karena melalui padang savana yang terik (suhu dingin tetapi radiasi matahari langsung membakar kulit). krim penahan panas matahari sangat dianjurkan.
Dari Rute Senaru tanjakan tanpa jeda, tetapi cuaca lembut karena melalui hutan. Dari kedua lokasi ini membutuhkan waktu jalan kaki sekitar 7 jam menuju bibir punggungan di ketinggian 2.641m dpl (tiba di Plawangan Senaru ataupun Plawangan Sembalun). Di tempat ini pemandangan ke arah danau, maupun ke arah luar sangat bagus. Dari Plawangan Senaru (jika naik dari arah Senaru) turun ke danau melalui dinding curam ke ketinggian 2.000 mdpl) yang bisa ditempuh dalam 2 jam. Di danau kita bisa berkemah, mancing (Carper, Mujair) yang banyak sekali. Penduduk Lombok mempunyai tradisi berkunjung ke segara anakan utk berendam di kolam air panas dan mancing.

Untuk mencapai puncak (dari arah danau) harus berjalan kaki mendaki dinding sebelah barat setinggi 700m dan menaiki punggungan setinggi 1.000m yang ditempuh dlm 2 tahap 3 jam dan 4 jam. Tahap pertama menuju Plawangan Sembalun, camp terakhir untuk menunggu pagi hari. Summit attack biasa dilakukan pada jam 3 dinihari untuk mencari momen indah - matahari terbit di puncak Rinjani. Perjalanan menuju Puncak tergolong lumayan; karena meniti di bibir kawah dengan margin safety yang pas-pasan. Medan pasir, batu, tanah. 200 meter ketinggian terakhir harus ditempuh dengan susah payah, karena satu langkah maju diikuti setengah langkah turun (terperosok batuan kerikil). Buat highlander - ini tempat yang paling menantang dan disukai karena beratnya medan terbayar dgn pemandangan alamnya yang indah. Gunung Agung di Bali, Gunung Ijen-Merapi di Banyuwangi dan Gunung Tambora di Sumbawa terlihat jelas saat cuaca bagus di pagi hari. Untuk mendaki Rinjani tidak diperlukan alat bantu, cukup stamina, kesabaran dan "passion".
Keseluruhan perjalanan dapat dicapai dalam program tiga hari dua malam, atau jika hendak melihat dua objek lain: Gua Susu dan gunung Baru Jari (anak gunung Rinjani dengan kawah baru di tengah danau) perlu tambahan waktu dua hari perjalanan. Persiapan logistik sangat diperlukan, tetapi untungnya segala sesuatu bisa diperoleh di desa terdekat. Tenda, sleeping bag, peralatan makan, bahan makanan dan apa saja yang diperlukan (termasuk radio komunikasi) bisa disewa dari homestay-homestay yang menjamur di desa Senaru.m more info www.info2lombok.com

Gambar untuk gunung rinjani : 

Gambar gunung rinjani 1

gambar gunung rinjani 2.

Gambar danau segara anakan.

gambar danau segara anakan.






Bandara Internasional Lombok Akan Segera Beroperasi

0 comments

13126151431696310657
Terminal tampak dari Air side
13126047041661710994
 BIL Tampak depan

Bandar Udara Internasional Lombok (BIL) tinggal sedikit lagi menjadi kenyataan dan akan digunakan secara komersial. Pemerintah merencanakan akan meresmi-kannya pada tanggal 1 Oktober 2011 mendatang. Persiapan terus dilakukan untuk mempercepat proses penyelesaian pembangunan agar tercapai sesuai tenggat waktu yang ditentukan. Wakil Presiden Boediono sudah melakukan peninjauan lapangan pada tanggal 11 Juli 2011 yang lalu. Dan sekarang PT. Angkasa Pura I (Persero) bekerja keras dalam menyelesaikan beberapa pekerjaan yang belum tuntas.
Saya bersyukur dapat melihat langsung bandara baru ini pada 4 Agustus 2011 yang lalu. Sekilas tampaknya waktu yang ditentukan untuk penyelesaian terasa sangat pendek. Memasuki BIL ini, kita akan melalui dua jalur akses masuk dan keluar yang terpisah. Sebuah pintu gerbang dengan atap melengkung melintang jalan masuk Ada tulisannya merah “Selamat Jalan”.
Tower BIL tampak langsing, tingginya 50-an meter. Menjulang ramping diantara bangunan di sekelilingnya. Mobil berjalan lurus dan kita akan melalui sebuah rotunda - jalan bundar melingkar. Pohon-pohon penghijauan sudah cukup tinggi, tinggal ditata dengan baik dan rumput dirapikan, pasti akan tampak asri. Bentuk terminal dari jauh seperti bentuk lumbung padi khas Lombok. Dibawahnya ada tulisan merah Bandar Udara Internasional Lombok.

131260483026934785

Pintu gerbang masuk Bandara Internasional Lombok

Memasuki gedung terminal, beberapa mobil pengawas dan pekerja tampak parkir di depan terminal. Konstruksi baja terminal tampak kokoh, katanya diproduksi di Surabaya Indonesia. Bangga juga rasanya, ada produksi bangsa sendiri dipakai sendiri.
Ruang check in belum siap sepenuhnya. Beberapa monitor penerbangan tergantung diatas check in counter desk, masih tanpak dibungkus. Di sebelah kanan ada tangga naik menuju boarding gate. Menaiki tangga ke atas ruang komersial sedang disiapkan. Beberapa pekerjaan finishing seperti memasang dinding penyekat ruangan, memperbaiki instalasi kabel, ducting AC, men-check kembali konisi konstruksi baja, dan sebagainya sedang berlangsung.
Ruang boarding lounge tampak cukup luas dengan kaca tembus pandang. Sinar matahari cukup baik masuk dan menerangi ruangan. Jika cuaca baik dan tidak ada awan yang menutupi, dari sini pasti dapat melihat Gunung Rinjani yang fenomenal itu.
131260454862161444
Garbarata tampak siap digunakan 

Turun kebawah melalui tangga, terus ke apron. Dua buah garbarata terlihat sudah siap dioperasikan. Apron terlihat kurang mulus, bahkan selokan yang membatasi apron dengan jalan akses apron di sisi terminal, belum selesai dikerjakan. Barangkali yang cukup crucial adalah lantai break down baggage (bongkar bagasi) terlihat lebih tinggi dari jalan akses di apron. Pasti ini akan mempersulit proses pembongkaran bagasi, karena traktor penarik bagasi akan kesulitan karena perbedaan ketinggian lantai dan jalan akses di apron.
Bandara Internasional Lombok ini luasnya 550 hektar, hampir dua kali lebih luas dari Bandara Ngurah Rai Bali. Barangkali karena luasnya, maka bangunan terminal terlihat kecil jika dilihat dari jalan raya yang berada di depannya.
Lahan di bandara masih cukup luas. Jadi jika nanti akan dikembangkan sesuai tuntutan lalu lintas penerbangan pesawat, maka bandara ini masih memiliki lahan yang mencukupi. Tidak seperti Bandara Ngurah Rai Bali yang tidak memiliki lahan yang memadai. Sebagai bandara internasional, Ngurah Rai seyogyanya memiliki 2 buah landasan pacu, sehingga sekarang kuwalahan untuk melayani volume traffic lalu lintas penerbangan yang semakin meningkat dengan pesat.

Pengembangan Wilayah
Saya tinggalkan BIL yang masih berproses menjadi bandara yang menjadi kebanggaan masyarakat Lombok. Keluar pintu gerbang terus keluar belok kiri, mengarah selatan ke pantai Kuta Nyale. Melihat progress pembangunan ini, dapat diprediksi bahwa wilayah wisata di selatan Lombok pasti segera akan cepat berkembang. Pantai Kuta Nyale hanya berkisar 15 km dari bandara ini. Jalan menuju ke pantai Kuta dari BIL sudah bagus. Jalan hotmix yang sangat lancar karena lalu lintas belum banyak. Hotel Novotel di pantai Kuta Nyale pasti akan segera menuai jasilnya dan akan semakin banyak tamu yang menginap.
13126044131500181802
Pantai Kuta Nyale di depan Hotel Novotel

Sementara itu tourist resort di Senggigi perlahan tetapi pasti juga akan terpengaruh dengan kepindahan Bandara Selaparang. Jaraknya yang menjadi lebih jauh, kurang lebih 60 km dari BIL, pasti akan mempengaruhi aktivitas wisatawan di Senggigi. Hanya saja, jika kendala jarak dapat diantisipasi dengan penyediaan transportasi yang lancar dan terjaga, saya fikir pengaruh ini dapat dieliminasi.
Jalan Akses ke Bandara
Saya kembali ke Mataram, melalui jalan akses ke BIL. Jalan akses ke bandara sedang diselesaikan. Dari 2 jalur yang direncanakan di beberapa tempat masih dalam tahap pengerjaan. Melihat panjangnya jalan yang harus diselesaikan, pasti membutuhkan waktu yang lebih panjang. Juga pelebaran jembatan untuk 2 jalur akses ke bandara, masih dalam tahap penyiapan pondasi jembatan. Jalan akses ini menjadi salah satu sarana pendukung yang sangat penting bagi bandara.
Bandara Selaparang
Ketika melalui Bandara Selaparang, terbersit pertanyaan yang tersisa adalah bagaimana dengan Bandara Selaparang? Akan diapakan bandara yang nantinya akan ditinggalkan ini? Ada yang mengatakan dijadikan ajang balap motor, dibangun mall, atau dijadikan lahan untuk condominium.

13126052261919815235

Tower Bandara Selaparang

Yang jelas di sebelah kiri bangunan gedung PKP-PK, ada sebuah hanggar yang disiapkan untuk flying school. Apakah bandara Selaparang nantinya tetap akan digunakan untuk keperluan flying school ini. Atau nasibnya akan seperti Bandara Kemayoran dahulu, yang sekarang lokasinya menjadi Pekan Raya Jakarta, Golf Course, dan landasan pacunya menjadi Jalan Benyamin Suaib? Kita tunggu saja hasilnya.
Yang jelas, BIL sangat ditunggu masyarakat Lombok. Gubernur NTB bahkan sudah minta ke Presiden agar embarkasi haji, dapat dilakukan di BIL ini. Pasti banyak yang harus diselesaikan untuk mewujudkan permintaan itu. Tetapi dengan koordinasi dan persiapan yang baik mudah-mudahan dapat diwujudkan.  Semoga …


Sponsored By : http://telkomflexi.com

Festival Bau Nyale

0 comments


Nyale adalah sejenis cacing laut yang biasa hidup di dasar air laut, seperti di lubang-lubang batu karang. Festival Bau Nyale ini diadakan setiap tanggal dua puluh bulan kesepuluh dalam penanggalan Sasak atau lima hari setelah bulan purnama. Biasanya jatuh pada bulan Februari / Maret.


Upacara Bau Nyale sudah menjadi tradisi masyarakat setempat yang sulit untuk ditinggalkan, sebab mereka meyakini bahwa upacara ini memiliki tuah yang dapat mendatangkan kesejahteraan bagi yang menghargainya dan mudarat (bahaya) bagi orang yang meremehkannya.


Acara inti dalam festival ini adalah menangkap nyale yang hanya muncul setahun sekali di beberapa lokasi tertentu di Pantai Selatan Pulau Lombok. Nyale akan muncul pada pertengahan malam hingga menjelang subuh. Menurut keyakinan masyarakat Sasak, Annelida laut yang sering juga disebut cacing palolo (Eunice Fucata) ini dapat membawa kesejahteraan dan keselamatan, khususnya untuk kesuburan tanah pertanian agar dapat menghasilkan panen yang memuaskan. Apabila banyak Nyale yang keluar, hal itu menandakan pertanian penduduk akan berhasil.

Nyale yang telah mereka tangkap di pantai, biasanya mereka taburkan ke sawah untuk kesuburan padi. Selain itu, Nyale tersebut mereka gunakan untuk berbagai keperluan seperti santapan (Emping Nyale), lauk-pauk, obat kuat dan lainnya yang bersifat magis sesuai dengan keyakinan masing-masing.



Konon, Pada zaman dahulu kala di sepanjang Pantai Selatan terdapat Kerajaan Tonjang Beru dipimpin oleh seorang Raja yang memiliki putri cantik bernama Putri Mandalika.

Kecantikannya banyak memukau pangeran-pangeran di Pulau Lombok. Karena banyaknya pinangan terhadap dirinya dan Putri Mandalika tidak bisa memilih salah satu diantara mereka, Sang Putri memutuskan untuk menceburkan diri ke Pantai Selatan dan berjanji akan kembali setahun sekali. Sesuai dengan perkataannya, ia kembali setiap tahun namun dalam bentuk nyale.

Sebelum perayaan inti dimulai, ada kesenian dan acara tradisional yang dipentaskan. Pengunjung pada  sore hari mendirikan tenda-tenda kecil untuk peristirahatan sejenak. Dari tenda ini ,bisa menyaksikan Betandak (berbalas pantun), Bejambik (pemberian cendera mata kepada kekasih), serta Belancaran (pesiar dengan perahu). Dan tak ketinggalan pula, digelar drama kolosal Putri Mandalika.

Banyak pengunjung yang datang ke Pulau Lombok dari berbagai tempat hanya untuk menyaksikan suasana riuh dan ramai ketika menangkap nyale. Pada festival ini tampak suasana kebersamaan dimana masyarakat membaur menjadi satu dengan lainnya mencari nyale secara masif. Anda juga diperbolehkan berpartisipasi untuk mencari nyale di lokasi ini.

Jika beruntung, anda akan mendapatkan banyak nyale yang menurut penelitian, nyale memiliki kadar protein tinggi dan mampu mengeluarkan zat yang terbukti bisa membunuh kuman-kuman. Cara memasak nyale yang umum di kalangan masyarakat Lombok adalah dengan membungkus nyale dengan daun pisang dan kemudian membakarnya, yang biasa disebut pepes.

Nyale selalu muncul di pantai Selatan Lombok Tengah tepatnya di 16 titik pantai yang memanjang sejauh puluhan kilometer dari arah Timur hingga Barat, seperti pesisir Pantai Kaliantan, Pantai Kuta, dan Pantai Selong Belanak. Pantai-pantai ini dikelilingi oleh deretan perbukitan. Namun, lokasi yang paling ramai dikunjungi para pelancong adalah Pantai Seger yang berlokasi di Desa Kuta, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Barat, Indonesia.

Untuk menju kawasan ini (desa Kuta), bisa menggunakan transportasi umum dari Terminal Mandalika Kota Mataram menuju Praya (Ibukota Kabupaten Lombok Tengah) yang berjarak kurang lebih 30 km. Dari sana tidak ada yang langsung menuju lokasi wisata, karenanya anda bisa menyewa mobil menuju Desa Kuta.

Jangan lupa sediakan peralatan sperti : senter, jaring, dan tempat penyimpanan nyale. Namun biasanya banyak warga setempat yang menyediakan perlatan tersebut.

Fasilitas motel dan penginapan sederhana yang didirikan sekitar lokasi wisata. Selain itu banyak juga kios-kios kecil dan restaurant yang menawarkan aneka masakan khas Pulau Lombok.

Tradisi menangkap Nyale (BAU NYALE) dipercayai timbul akibat pengaruh keadaan alam dan pola kehidupan masyarakat tani yang mempunyai kepercayaan yang mendasar akan kebesaran Tuhan, menciptakan alam dgn segala isinya termasuk binatang sejenis Anelida yang disbt  Nyale. Kemunculannya di pantai Lombok Selatan yang ditandai dengan keajaiban alam sebagai rahmat Tuhan atas mahluk ini.

Beberapa waktu sebelum Nyale keluar hujan turun deras dimalam hari diselingi kilat dan petir yang menggelegar disertai dengan tiupan angin yg sangat kencang. Diperkirakan pada hari keempat setelah purnama, malam menjelang Nyale hendak keluar, hujan menjadi reda, berganti dengan hujan rintik-rintik, suasana menjadi demikian tenang, pada dini hari Nyale mulai menampakkan diri bergulung-gulung bersamaan ombak yang gemuruh memecah pantai, dan secepatnya itu pula Nyale berangsur-angsur lenyap dari permukaan laut bersamaan dengan fajar menyingsing di ufuk timur.


Sponsored By : http://telkomflexi.com/

Singang Masakan Khas Sumbawa

0 comments


Pulau Sumbawa, utamanya Kabupaten Sumbawa, selain dikenal daerah yang kaya bahan tambang dan sentra peternakan, ternyata juga memiliki khazanah kuliner yang sangat menggugah selera. Salah satu khazanah kuliner  itu adalah Singang.
Singang, begitulah masyarakat di Sumbawa menamai masakan tradisional berbahan ikan segar ini. Ikan segar yang dibumbui dengan berbagai macam rempah tersebut selintas mirip dengan gulai ikan karena kuahnya.
Dari tampilannya saja, kuah Singang  sudah cukup menggugah selera. Warna kuah yang kekuningan dipadu dengan warna hijau daun kemangi dan warna merah  cabe rawit, menjadikan menu masakan ini terlihat segar. 
Sementara rasa kuah Singang yang didalamnya ada asam Jawanya, terasa agak asam, tapi sangat lezat.   

Untuk bisa menikmati menu masakan ini di Sumbawa tidak terlalu sulit, karena cukup banyak warung makan di daerah tersebut yang menyediakan menu yang satu ini. Salah satu warung yang sudah lama menyajikan masakan khas ini berada di dekat monumen arah kota Sumbawa.
Singang, menurut pengelola warung makan di Sumbawa, berbahan ikan segar. Ikan yang dipilih boleh apa saja. Namun, mereka menganjurkan menggunakan ikan bandeng atau  kakap.
Sebelum dimasak, ikan dipotong-potong sesuai selera.   Sedangkan bumbu-bumbu yang dibutuhkan seperti cabe rawit,  bawang putih & bawang merah,  kemiri,  kunyit untuk menghilangkan bau dan memberi warna masakan
asam Jawa secukupnya,  minyak goreng secukupnya, daun kemangi
cabe rawit ijo dan  air secukupnya
Untuk memasaknya,  semua bumbu dihaluskan, mencapurkan asam Jawa dengan air putih, memanaskan minyak goreng untuk menumis bumbu hingga baunya harum. Setelah itu, masukan air asam Jawa  hingga mendidih, masukan ikan hingga mengental
.
Langkah berikutnya,  memmasukkan cabe rawit kemangi ( tidak perlu terlalu lama), diangkat dan dituangkan ke dalam mangkuk dan siap dihidangkan bersama nasi putih.  Singang sangat nikmat disajikan dalam keadaan panas. 

Sember : antaramataram.com

sponsored By : http://telkomflexi.com/

Peresean Khas Lombok

0 comments

PERESEAN dalam budaya lombok sering kita temukan, lombok memiliki keragaman budaya dan unsur tradisi yang masih hidup dikalangan masyarakat.Tradisi prisian ini bahkan sering kita tonton, dan juga sebagai ajang tontonan bagi kaum masyarakat lombok.orang yang biasanya ikut andil dalam lomba prisian ini serupa orang dewasa yang memiliki mental dan fisik yang kuat.

PERESEAN adalah olah raga tradisional yang dilakukan oleh masyarakat suku Sasak Lombok. PERESEAN artinya tameng (alat pelindung atau penangkis pukulan) lawan, alat pemukul tersebut disebut Cemeti (Penjalin) yang biasanya terbuat dari rotan sedangkan alat penangkis disebut Ende yang terbuat dari kulit sapi.


PERESEAN dahulu kala biasanya dilakukan oleh masyarakat Lombok (suku Sasak) yaitu olah raga saling pukul dengan rotan yang diselenggarakan pada musim kemarau yang bertujuan untuk meminta hujan pada sang pencipta. Para pemain yang bertanding disebut Pepadu sedangkan sistem pertandingan dipimpin oleh seorang wasit yang disebut Pekembar dan disamping pekembar dikenal juga tukang adu disebut Pengadok.

Dalam PERESEAN, pertandingan akan langsung dihentikan jika salah satu Pepadu yang pada saat bertanding mengeluarkan darah ( Bocor) akibat pukulan musuh. Pepadu yang menang maupun yang kalah tetap diberi hadiah yang disebut PERIS, dalam PERESEAN juga dikenal sportifitas yang tinggi, kalah maupun menang tetap saudara artinya tidak dilanjutkan dendam diluar arena.

PERESEAN biasanya diiringi dengan musik yang disebut Gendang (Gending) Perisean, alat-alat musiknya terdiri dua buah Gendang, satu buah Petuk, satu set Rencek, satu buah Gong dan satu buah Suling sebagai penghalus.
Jenis-jenis Gending Perisean dibagi 3 (tiga) macam :

1. Gending Rangsang disebut Gending Ngadokang yaitu gending yang dimainkan pada saat Pekembar dengan dibantu Pengadok mencari Pepadu dan lawan tandingnya yang akan bertanding (bertujuan mengadu Pepadu yang satu dengan yang lain).

2. Gending Mayuang yaitu gending yang bertujuan untuk memberi tanda bahwa telah ada Dua Pepadu yang siap dan sama-sama berani untuk melakukan PERESEAN / setuju.

3. Gending Beradu yaitu gending yang bertujuan untuk membangkitkan semangan Pepadu maupun para penonton dan dimainkan selama pertandingan berlangsung ronde demi ronde
Busana PERESEAN
1. Menggunakan sapuk (Ikat Kepala ) dari kain (batik)
2. Menggunakan kain (kereng leang).
3. Menggunakan sabuk dari kain yang dilingkarkan dipinggang / bebet (biasanya dalam bebet di selipkan ajimat atau guna-guna yang disebut juga Bebadong).
Sumber : jasmansyah76.wordpress.com

Sponsored By : http://telkomflexi.com/

Adat Perkawinan Orang Sumbawa

1 comments

Prosesi Pernikahan Tau Samawa atau masyarakat Sumbawa sebenarnya tidaklah jauh berbeda dengan masyarakat lain di Indonsia. Namun tentu adat istiadat yang menyertai prosesi itu sangat berbeda dan punya keunikan tersendiri.
Dahulu sepasang calon pengantin tidak pernah saling mengenal satu sama lain dan jodoh mereka diperoleh dari pemberian atau keinginan orang tua. Cara ini dikenal dengan sebutan “ Samulung “ atau dijodohkan oleh kedua orang tua masing-masing. Sebelum terjadi kecocokan atau kesepakatan antara kedua orang tua, pihak laki-laki akan melakukan penjajakan terhadap si gadis, mungkin dia sudah dijodohkan oleh orang tuanya dengan pria lain.
Prosesi ini dikenal dengan “ Bajajak “. Ketika dipastikan si gadis tidak di Samulung-kan oleh orang tuanya dengan pria lain, maka orang tua si pria akan datang menemui orang tua si gadis menyampaikan keinginan nya untuk menikahkan putranya. Cara ini dikenal dengan istilah “ Olo Leng “ sekaligus mengikat kedua anak-anak mereka agar tidak dijodohkan dengan orang lain.
“ Olo Leng “ ini merupakan pra meminang dari orang tua si pria. Baru setelah ada kesiapan terutama materi atau biasanya sesudah panen, orang tua si laki-laki akan mengutus orang lain untuk secara resmi melamar si gadis atau yang dikenal dengan “ Bakatoan “. Ketika lamaran itu diterima maka biasanya diteruskan atau selang beberapa hari dengan “ Basaputis “ yakni memutuskan segala sesuatu yang berhubungan dengan rencana pernikahan kedua putra-putri mereka. Dalam “ Basaputis “ inilah sering terjadi tawar menawar antara kedua belah pihak bahkan bisa berakibat batalnya rencana pernikahan itu ketika orang tua dan keluarga si gadis meminta atau “ Mako “ sesuatu yang tidak bisa dijangkau oleh orang tua si laki.

“Pe-Mako“ atau permintaan orang tua si gadis meliputi “Pipis Belanya“ (sejumlah uang) kemudian “ Isi Peti “ (berupa emas perhiasan) “ Isi Lemari (pakaian si gadis,mulai dari sandal hingga sanggul rambut) dan “ Soan Lemar “(berupa beras,gula,minyak,kayu bakar dll termasuk seekor kerbau atau sapi)." Semua ini akan dipergunakan untuk menopang prosesi perkawinan yang dilaksanakan ditempat si gadis.
Setelah semua beres, maka ditentukanlah hari baik untuk memulai prosesi ini. Diawali dengan “Barodak“ calon pengantin atau bersamaan dilakukan dengan upacara “Nyorong“.
“Barodak“ kira-kira sama dengan luluran di Jawa. Di Sumbawa mengunakan bedak tradisional yang dibuat khusus oleh orang khusus pula dan biasanya seorang wanita. Orang inilah yang nantinya akan menjadi “ Ina Odak “ atau ibu asuh calon pengantin wanita selama prosesi perkawinan ini.

Sementara “Norong“ ; adalah sebuah upacara adat yang melibatkan banyak orang dari pihak laki-laki. Apa yang sudah diputuskan dalam acara “Basaputis” sebelumnya akan diantarkan ke pihak wanita melalui upacara Adat Nyorong ini. Disinilah bahasa-bahasa puitik Tau Samawa yang dikenal dengan sebutan “ Lawas “ di “ Sier ) atau dilantunkan oleh kedua belah pihak. Rombongan dari pihak laki-laki tidak akan diizinkan masuk ketempat upacara apabila tidak bisa melantunkan bait-bait Lawas. Pintu masuk yang disebut dengan “ Lawang Rare “ pun ditutup.

Lawas Pihak Pria :
Kamu Pesan Kami Datang ( Kalian Undang Kami Datang )
Lawang Mu Purat Ke Barit ( Mengapa Pintu Ditutup )
Ya Mu Ano Ke Nyonde Ta. ( Panas Lah Kami Semua )

Kira-kira itulah bait-bait awal Lawas pihak laki-laki yang tentu saja diterima dengan lawas oleh pihak wanita.

Malema Sempu Malema ( Mari Kerabat Marilah )
Sapuan Mo Le Ku Tari ( Sudah Lama Kami Menunggu )
Tutu Lampa Ka Leng Tutu ( Benar Juga Kata Terucap )

Itulah serangkaian acara pada upacara Nyorong dan dilanjutkan dengan serah terima secara simbolis semua barang-barang bawaan pihak laki-laki berupa Pipis Belanya,Isi Peti,Isi Lemari dan Soan Lemari.
Selain itu ada simbol-simbol yang mengandung falsafah dari upacara Nyorong ini. Pihak laki-laki biasa nya menghiasi kendaraan mereka dengan beberapa batang Tebu yang melambangkan keperkasaan seorang pria. Sedangkan dirumah calon pengantin wanita biasanya akan terlihat sebatang pohon pisang, symbol sebuah nasehat ;

"Mara Punti Gama Untung
Den Kuning No Tenri Tana
Mate Bakolar Ke Lolo"

Lawas diatas menontohkan pohon pisang. Walau dahannya menguning,takkan jatuh ke tanah. Sampai mati pun tetap bersama.

sumber : sumbawa-beritaphoto.blogspot.com
Sponsored By : http://telkomflexi.com/

 
Lombok Sumbawa Secret © 2011 | Sponsored by Lombok-sumbawa-ntb