Cerek Maling, Gerabah Ajaib dari Lombok

4 comments

Perjalanan siang itu ku akhiri di sebuah galery art kerajinan gerabah, desa kangi, Lombok Tengah. Aku tak berniat berbelanja gerabah, karna itu adalah galery art milik keluargaku, "DamarWulan Art" namanya.

DamarWulan Art
Terakhir aku kesana tepatnya sewaktu aku masih SD, yah sekitar 6 tahun lalu. Tak jauh beda dengan keadaan yang sekarang, masih penuh dengan jenis kerajinan gerbah dari tanah liat yang bermacam macam bentuknya. Ada asbak rokok, vas bunga berbagai model dari yang paling kecil sampe yang paling besar, piring, gelas, pajangan dinding menyerupai hewan, tempat tissue serta kocor.

Namun yang paling mengundang perhatianku adalah sebuah kocor yang menurutku ajaib yang diberi nama "Cerek Maling". Cerek adalah bahasa sasak yang artinya kocor, sedangakan maling artinya ya maling. Cerek maling ini sudah tak asing lagi di telinga dan pandanganku, sebab dahulu aku juga pernah melihatnya, namun sudah tak lama kumiliki dan kini dia sudah ada dihadapanku.

screenshoot "cerek maling"
Menurutku cerek ini sungguh istimewa, kenapa istimewa???? Bukan karena nama yang ber-unsur "maling" sehingga dia bisa hidup dan berjalan mengambil barang orang tanpa izin, akan tetapi dari cara pakainya yang sungguh unik. bentuknya biasa saja seperti cerek khas sasak pada umumnya, namun yang membedakan adalah bagian atasnya tidak memiliki lubang (tempat memasukkan air) seperti kocor pada umumnya, namun lubang (tempat memasukkan air) itu berada tepat di bagian bawah kocor. sungguh tak lazim jika pertama dilihat.

 bagian atas cerek

 bagian bawah cerek

Cara kerjanya adalah :
1. Tiupkan dulu udara dari mulut kocor,
2. Isikan air dari bagian bawah kocor, kemudian kocok2 untuk membersihkan debu di dalam kocor.
3. Isikan air bersih dari bagian bawah kocor (kocor dalam keadaan terbalik), tunggu sekitar 5-10 detik, kemudian balikkan kocor seperti semula.
4. air tidak akan tumpah, dan air siap di tuangkan dari "cerek maling"

air dari cerek maling siap di hidangkan

Mengenai namanya, kenapa dinamakan "cerek maling"?? Karena cerek/kocor ini dapat menyembunyikan air yang ada di dalam agar tidak tumpah, oleh karna itu dinamakan "cerek maling". Entah kenapa yang dipilih adalah maling, kenapa tidak nama yang lainnya, aku juga tidak tahu.

Mengenai pembelian, anda bisa berkunjung ke DamarWulan Art, desa Kangi, Penujak, Lombok Tengah, posisinya sekitar 200-300 meter di sebelah timur jembatan, atau 200-300 meter di barat polsek penujak. Untuk lebih jelasnya, silahkan bertanya di comment.

Rencana Pembangunan Arena F1 & Ampenan Harbour di Pulau Lombok

3 comments

Pulau lombok atau pulau seribu masjid yang terkenal dengan keindahan alam dan panoramanya yang eksotik serta kehidupannya yang tenang dan damai kini sedikit terusik, hal ini disebabkan karna adanya rencana pembangunan proyek besar besaran yang ada di pulau Lombok.

1. Diawali dengan desas desus adanya pembangunan "resor dan arena F1" di sekitaran Lombok tengah, berikut berita yang dapat saya kutip dari  http://sasandofm.com/news/nusantara/321-lombok-nan-damai-bakal-diganggu-resor-a-arena-f1.html :

PULAU Lombok yang tenang dan damai tidak lama lagi akan kedatangan atraksi wisata terbaru. Sebuah resor dengan taman bermain dan arena balap direncanakan akan dibangun di pulau Nusa Tenggara Barat ini.

Resor baru ini akan bernama Mandalika Resor Lombok yang rencananya akan dibangun pada 2015. Dengan nilai investasi USD3 miliar, Mandalika Resor akan memiliki luas 1.175 hektare. Di dalamnya akan dibangun pula arena balap F1, taman bermain, museum bawah laut, eco park, ruang pertemuan, dan hall konser.

Fase pertama proyek ini, termasuk konstruksi jalan, pengembangan hotel, dan lapangan golf akan selesai dalam waktu tiga hingga lima tahun. Hotel dan atraksi wisata lain akan menyusul di fase kedua.

"Resor ini akan berlokasi 20 menit perjalanan dari bandara. Tertarik dengan teluk-teluk kecil terpencil, laut pirus, dan ombak yang luar biasa dari Samudera Hindia, semakin banyak orang sekarang mencari tahu mengapa Lombok dipuji sebagai 'Bali yang baru'," tulis situs Mandalika Resor, seperti dikutip CNNGo, Selasa (13/3/2012).

Namun, pembangunan ini ditakutkan akan mengubah imej lombok sebagai surga liburan yang damai. "Pembangunan ini akan mengubah Lombok yang dikenal sebagai pulau tenang dan damai," kata Direktur Pengelola Perusahaan Konsultan Pariwisata Panorama Destination, Rocky Praputranto. 


2. Selang beberapa bulan dari desas desus pembangunan resor dan arena f1, kini muncul lagi rencana pembangunan yang juga tidak kalah heboh, yakni pembangunan "AMPENAN HARBOUR". Namun ini bukan hanya sekedar gosip belaka, pada bulan maret 2012 kemarin telah di lakukan peletakan batu pertama di kawasan panati ampenan. Berikut berita lebih lanjut yang dapat saya kutip dari http://mataramnews.com/index.php?option=com_content&view=article&id=870&catid=41&Itemid=2

Mataram, MATARAMnews - Setelah pada hari sabtu lalu (17/3) mengadakan tasyakuran dan sillaturrahmi dengan masyarakat sekitar Pantai Ampenan, Pemerintah Kota Mataram bersama dengan PT Gunung Lawoe Mercu Buana pada Senin (19/3) mengadakan peletakan batu pertama. 

Acara yang dihadiri oleh Gubernur Nusa Tenggara Barat DR. TGH Zainul Majdi beserta SKPD Propinsi NTB dan Kota Mataram tersebut dibuka dengan kesenian 'Gendang Beleq' yang kemudian dilanjutkan dengan laporan dari Manager Proyek Saiful Bahri.

Menurutnya, “semenjak dipindahkannya aktivitas ke Pelabuhan Lembar pada tahun 1973, praktis kawasan eks Pelabuhan Ampenan tidak mempunyai fungsi sama sekali. Dan dengan dana sekitar Rp 2,7 Trilyun dan lahan seluas 8 Ha yang disediakan oleh Pemerintah Kota Mataram, kami berusaha mewujudkan sebuah pelabuhan wisata dengan berbagai sarana pendukungnya untuk mengembalikan kejayaan Pelabuhan yang namanya pernah mendunia sebagai pintu masuk di kawasan Indonesia Timur”.

Seperti yang disampaikan oleh Rusdiono Yusuf Subandi selaku Direktur Utama PT Gunung Lawoe Mercu Buana, bahwa Perusahaan kami telah melakukan berbagai kajian sejak tahun 2008 di wilayah Ampenan, dan untuk itulah dengan pembangunan ini kami berusaha merealisasikan hal tersebut.

Senada dengan hal tersebut, Walikota Mataram menjelaskan bahwa dengan dukungan dari segala pihak diharapkan pembangunan ini akan selesai tepat waktu. Kota Mataram sendiri telah merelokasi rumah-rumah nelayan yang sebelumnya berjajar di sepanjang Pantai Ampenan, bukan hanya untuk menghindari dampak air pasang tapi juga untuk memberikan ruang yang cukup untuk pembangunan Ampenan Harbour ini. Diharapkan setelah beroperasinya Ampenan Harbour ini, semua pihak dapat merasakan manfaat baik secara langsung atau tidak langsung.

Perjuangan untuk mengeksplor daerahnya bukan hanya dilakukan oleh Mataram saja, tapi dilakukan juga oleh lebih dari 400 Kabupaten/Kota seluruh Indonesia. Dalam sambutannya, TGH Zainul Majdi menyampaikan, "Kota Mataram harus bisa memberikan sesuatu yang lebih daripada yang bisa dilakukan oleh daerah lain, ini semua untuk menarik perhatian para investor yang akan memancing pertumbuhan ekonomi yang pesat”.

 Harapan saya semoga Pulau Lombok semakin maju dan mampu bersaing dengan dareah daerah lain yang lebih maju, serta tidak kehilangan kesan sebagai pulau indah nan damai. AMIN

Gunung Rinjani, Lombok, NTB

0 comments

Gunung Rinjani adalah gunung yang berlokasi di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat. Gunung yang merupakan gunung berapi kedua tertinggi di Indonesia dengan ketinggian 3.726 m dpl serta terletak pada lintang 8º25' LS dan 116º28' BT ini merupakan gunung favorit bagi pendaki Indonesia karena keindahan pemandangannya. Gunung ini merupakan bagian dari Taman Nasional Gunung Rinjani yang memiliki luas sekitar 41.330 ha dan ini akan diusulkan penambahannya sehingga menjadi 76.000 ha ke arah barat dan timur. 
Secara administratif gunung ini berada dalam wilayah tiga kabupaten: Lombok Timur, Lombok Tengah dan Lombok Barat.

Topografi

Gunung Rinjani dengan titik tertinggi 3.726 m dpl, mendominasi sebagian besar pemandangan Pulau Lombok bagian utara. Di sebelah barat kerucut Rinjani terdapat kaldera dengan luas sekitar 3.500 m × 4.800 m, memanjang kearah timur anda barat. Di kaldera ini terdapat Segara Anak (segara= laut, danau) seluas 11.000.000 m persegi dengan kedalaman 230 m. Air yang mengalir dari danau ini membentuk air terjun yang sangat indah, mengalir melewati jurang yang curam. Di Segara Anak banyak terdapat ikan mas dan mujair sehingga sering digunakan untuk memancing. 
Bagian selatan danau ini disebut dengan Segara Endut. Di sisi timur kaldera terdapat Gunung Baru (atau Gunung Barujari) yang memiliki kawah berukuran 170m×200 m dengan ketinggian 2.296 - 2376 m dpl. Gunung kecil ini terakhir aktif/meletus sejak tanggal 2 Mei 2009 dan sepanjang Mei, setelah sebelumnya meletus pula tahun 2004. Jika letusan tahun 2004 tidak memakan korban jiwa, letusan tahun 2009 ini telah memakan korban jiwa tidak langsung 31 orang, karena banjir bandang pada Kokok (Sungai) Tanggek akibat desakan lava ke Segara Anak. Sebelumnya, Gunung Barujari pernah tercatat meletus pada tahun 1944 (sekaligus pembentukannya), 1966, dan 1994. Selain Gunung Barujari terdapat pula kawah lain yang pernah meletus,disebut Gunung Rombongan.

Rinjani saat meletus pada tahun 1994

Pendakian

Gunung Rinjani Terletak di pulau Lombok, Untuk menuju Gunung Rinjani, anda dapat menggunakan bus langsung Jakarta-Mataram, setelah sampai di mataram anda menuju ke desa sembalun atau bisa juga ke desa senaru menggunakan kendaraan setempat.atau menggunakan penerbangan dari Jakarta, Surabaya, dan Denpasar menuju ke bandara selaparang mataram - Lombok.
Rinjani memiliki panaroma paling bagus di antara gunung-gunung di Indonesia. Setiap tahunnya (Juni-Agustus) banyak dikunjungi pencinta alam mulai dari penduduk lokal, mahasiswa, pecinta alam.
Suhu udara rata-rata sekitar 20 °C; terendah 12 °C. Angin kencang di puncak biasa terjadi di bulan Agustus.
Selain puncak, tempat yang sering dikunjungi adalah Segara Anakan, sebuah danau terletak di ketinggian 2.000m dpl. Untuk mencapai lokasi ini kita bisa mendaki dari desa Senaru atau desa Sembalun Lawang (dua entry point terdekat di ketinggian 600m dpl dan 1.150m dpl).
Kebanyakan pendaki memulai pendakian dari rute Sembalun dan mengakhiri pendakian di senaru, karena bisa menghemat 700m ketinggian. Rute Sembalun agak panjang tetapi datar, dan cuaca lebih panas karena melalui padang savana yang terik (suhu dingin tetapi radiasi matahari langsung membakar kulit). krim penahan panas matahari sangat dianjurkan.
Dari Rute Senaru tanjakan tanpa jeda, tetapi cuaca lembut karena melalui hutan. Dari kedua lokasi ini membutuhkan waktu jalan kaki sekitar 7 jam menuju bibir punggungan di ketinggian 2.641m dpl (tiba di Plawangan Senaru ataupun Plawangan Sembalun). Di tempat ini pemandangan ke arah danau, maupun ke arah luar sangat bagus. Dari Plawangan Senaru (jika naik dari arah Senaru) turun ke danau melalui dinding curam ke ketinggian 2.000 mdpl) yang bisa ditempuh dalam 2 jam. Di danau kita bisa berkemah, mancing (Carper, Mujair) yang banyak sekali. Penduduk Lombok mempunyai tradisi berkunjung ke segara anakan utk berendam di kolam air panas dan mancing.

Untuk mencapai puncak (dari arah danau) harus berjalan kaki mendaki dinding sebelah barat setinggi 700m dan menaiki punggungan setinggi 1.000m yang ditempuh dlm 2 tahap 3 jam dan 4 jam. Tahap pertama menuju Plawangan Sembalun, camp terakhir untuk menunggu pagi hari. Summit attack biasa dilakukan pada jam 3 dinihari untuk mencari momen indah - matahari terbit di puncak Rinjani. Perjalanan menuju Puncak tergolong lumayan; karena meniti di bibir kawah dengan margin safety yang pas-pasan. Medan pasir, batu, tanah. 200 meter ketinggian terakhir harus ditempuh dengan susah payah, karena satu langkah maju diikuti setengah langkah turun (terperosok batuan kerikil). Buat highlander - ini tempat yang paling menantang dan disukai karena beratnya medan terbayar dgn pemandangan alamnya yang indah. Gunung Agung di Bali, Gunung Ijen-Merapi di Banyuwangi dan Gunung Tambora di Sumbawa terlihat jelas saat cuaca bagus di pagi hari. Untuk mendaki Rinjani tidak diperlukan alat bantu, cukup stamina, kesabaran dan "passion".
Keseluruhan perjalanan dapat dicapai dalam program tiga hari dua malam, atau jika hendak melihat dua objek lain: Gua Susu dan gunung Baru Jari (anak gunung Rinjani dengan kawah baru di tengah danau) perlu tambahan waktu dua hari perjalanan. Persiapan logistik sangat diperlukan, tetapi untungnya segala sesuatu bisa diperoleh di desa terdekat. Tenda, sleeping bag, peralatan makan, bahan makanan dan apa saja yang diperlukan (termasuk radio komunikasi) bisa disewa dari homestay-homestay yang menjamur di desa Senaru.m more info www.info2lombok.com

Gambar untuk gunung rinjani : 

Gambar gunung rinjani 1

gambar gunung rinjani 2.

Gambar danau segara anakan.

gambar danau segara anakan.






Bandara Internasional Lombok Akan Segera Beroperasi

0 comments

13126151431696310657
Terminal tampak dari Air side
13126047041661710994
 BIL Tampak depan

Bandar Udara Internasional Lombok (BIL) tinggal sedikit lagi menjadi kenyataan dan akan digunakan secara komersial. Pemerintah merencanakan akan meresmi-kannya pada tanggal 1 Oktober 2011 mendatang. Persiapan terus dilakukan untuk mempercepat proses penyelesaian pembangunan agar tercapai sesuai tenggat waktu yang ditentukan. Wakil Presiden Boediono sudah melakukan peninjauan lapangan pada tanggal 11 Juli 2011 yang lalu. Dan sekarang PT. Angkasa Pura I (Persero) bekerja keras dalam menyelesaikan beberapa pekerjaan yang belum tuntas.
Saya bersyukur dapat melihat langsung bandara baru ini pada 4 Agustus 2011 yang lalu. Sekilas tampaknya waktu yang ditentukan untuk penyelesaian terasa sangat pendek. Memasuki BIL ini, kita akan melalui dua jalur akses masuk dan keluar yang terpisah. Sebuah pintu gerbang dengan atap melengkung melintang jalan masuk Ada tulisannya merah “Selamat Jalan”.
Tower BIL tampak langsing, tingginya 50-an meter. Menjulang ramping diantara bangunan di sekelilingnya. Mobil berjalan lurus dan kita akan melalui sebuah rotunda - jalan bundar melingkar. Pohon-pohon penghijauan sudah cukup tinggi, tinggal ditata dengan baik dan rumput dirapikan, pasti akan tampak asri. Bentuk terminal dari jauh seperti bentuk lumbung padi khas Lombok. Dibawahnya ada tulisan merah Bandar Udara Internasional Lombok.

131260483026934785

Pintu gerbang masuk Bandara Internasional Lombok

Memasuki gedung terminal, beberapa mobil pengawas dan pekerja tampak parkir di depan terminal. Konstruksi baja terminal tampak kokoh, katanya diproduksi di Surabaya Indonesia. Bangga juga rasanya, ada produksi bangsa sendiri dipakai sendiri.
Ruang check in belum siap sepenuhnya. Beberapa monitor penerbangan tergantung diatas check in counter desk, masih tanpak dibungkus. Di sebelah kanan ada tangga naik menuju boarding gate. Menaiki tangga ke atas ruang komersial sedang disiapkan. Beberapa pekerjaan finishing seperti memasang dinding penyekat ruangan, memperbaiki instalasi kabel, ducting AC, men-check kembali konisi konstruksi baja, dan sebagainya sedang berlangsung.
Ruang boarding lounge tampak cukup luas dengan kaca tembus pandang. Sinar matahari cukup baik masuk dan menerangi ruangan. Jika cuaca baik dan tidak ada awan yang menutupi, dari sini pasti dapat melihat Gunung Rinjani yang fenomenal itu.
131260454862161444
Garbarata tampak siap digunakan 

Turun kebawah melalui tangga, terus ke apron. Dua buah garbarata terlihat sudah siap dioperasikan. Apron terlihat kurang mulus, bahkan selokan yang membatasi apron dengan jalan akses apron di sisi terminal, belum selesai dikerjakan. Barangkali yang cukup crucial adalah lantai break down baggage (bongkar bagasi) terlihat lebih tinggi dari jalan akses di apron. Pasti ini akan mempersulit proses pembongkaran bagasi, karena traktor penarik bagasi akan kesulitan karena perbedaan ketinggian lantai dan jalan akses di apron.
Bandara Internasional Lombok ini luasnya 550 hektar, hampir dua kali lebih luas dari Bandara Ngurah Rai Bali. Barangkali karena luasnya, maka bangunan terminal terlihat kecil jika dilihat dari jalan raya yang berada di depannya.
Lahan di bandara masih cukup luas. Jadi jika nanti akan dikembangkan sesuai tuntutan lalu lintas penerbangan pesawat, maka bandara ini masih memiliki lahan yang mencukupi. Tidak seperti Bandara Ngurah Rai Bali yang tidak memiliki lahan yang memadai. Sebagai bandara internasional, Ngurah Rai seyogyanya memiliki 2 buah landasan pacu, sehingga sekarang kuwalahan untuk melayani volume traffic lalu lintas penerbangan yang semakin meningkat dengan pesat.

Pengembangan Wilayah
Saya tinggalkan BIL yang masih berproses menjadi bandara yang menjadi kebanggaan masyarakat Lombok. Keluar pintu gerbang terus keluar belok kiri, mengarah selatan ke pantai Kuta Nyale. Melihat progress pembangunan ini, dapat diprediksi bahwa wilayah wisata di selatan Lombok pasti segera akan cepat berkembang. Pantai Kuta Nyale hanya berkisar 15 km dari bandara ini. Jalan menuju ke pantai Kuta dari BIL sudah bagus. Jalan hotmix yang sangat lancar karena lalu lintas belum banyak. Hotel Novotel di pantai Kuta Nyale pasti akan segera menuai jasilnya dan akan semakin banyak tamu yang menginap.
13126044131500181802
Pantai Kuta Nyale di depan Hotel Novotel

Sementara itu tourist resort di Senggigi perlahan tetapi pasti juga akan terpengaruh dengan kepindahan Bandara Selaparang. Jaraknya yang menjadi lebih jauh, kurang lebih 60 km dari BIL, pasti akan mempengaruhi aktivitas wisatawan di Senggigi. Hanya saja, jika kendala jarak dapat diantisipasi dengan penyediaan transportasi yang lancar dan terjaga, saya fikir pengaruh ini dapat dieliminasi.
Jalan Akses ke Bandara
Saya kembali ke Mataram, melalui jalan akses ke BIL. Jalan akses ke bandara sedang diselesaikan. Dari 2 jalur yang direncanakan di beberapa tempat masih dalam tahap pengerjaan. Melihat panjangnya jalan yang harus diselesaikan, pasti membutuhkan waktu yang lebih panjang. Juga pelebaran jembatan untuk 2 jalur akses ke bandara, masih dalam tahap penyiapan pondasi jembatan. Jalan akses ini menjadi salah satu sarana pendukung yang sangat penting bagi bandara.
Bandara Selaparang
Ketika melalui Bandara Selaparang, terbersit pertanyaan yang tersisa adalah bagaimana dengan Bandara Selaparang? Akan diapakan bandara yang nantinya akan ditinggalkan ini? Ada yang mengatakan dijadikan ajang balap motor, dibangun mall, atau dijadikan lahan untuk condominium.

13126052261919815235

Tower Bandara Selaparang

Yang jelas di sebelah kiri bangunan gedung PKP-PK, ada sebuah hanggar yang disiapkan untuk flying school. Apakah bandara Selaparang nantinya tetap akan digunakan untuk keperluan flying school ini. Atau nasibnya akan seperti Bandara Kemayoran dahulu, yang sekarang lokasinya menjadi Pekan Raya Jakarta, Golf Course, dan landasan pacunya menjadi Jalan Benyamin Suaib? Kita tunggu saja hasilnya.
Yang jelas, BIL sangat ditunggu masyarakat Lombok. Gubernur NTB bahkan sudah minta ke Presiden agar embarkasi haji, dapat dilakukan di BIL ini. Pasti banyak yang harus diselesaikan untuk mewujudkan permintaan itu. Tetapi dengan koordinasi dan persiapan yang baik mudah-mudahan dapat diwujudkan.  Semoga …


Sponsored By : http://telkomflexi.com

Festival Bau Nyale

0 comments


Nyale adalah sejenis cacing laut yang biasa hidup di dasar air laut, seperti di lubang-lubang batu karang. Festival Bau Nyale ini diadakan setiap tanggal dua puluh bulan kesepuluh dalam penanggalan Sasak atau lima hari setelah bulan purnama. Biasanya jatuh pada bulan Februari / Maret.


Upacara Bau Nyale sudah menjadi tradisi masyarakat setempat yang sulit untuk ditinggalkan, sebab mereka meyakini bahwa upacara ini memiliki tuah yang dapat mendatangkan kesejahteraan bagi yang menghargainya dan mudarat (bahaya) bagi orang yang meremehkannya.


Acara inti dalam festival ini adalah menangkap nyale yang hanya muncul setahun sekali di beberapa lokasi tertentu di Pantai Selatan Pulau Lombok. Nyale akan muncul pada pertengahan malam hingga menjelang subuh. Menurut keyakinan masyarakat Sasak, Annelida laut yang sering juga disebut cacing palolo (Eunice Fucata) ini dapat membawa kesejahteraan dan keselamatan, khususnya untuk kesuburan tanah pertanian agar dapat menghasilkan panen yang memuaskan. Apabila banyak Nyale yang keluar, hal itu menandakan pertanian penduduk akan berhasil.

Nyale yang telah mereka tangkap di pantai, biasanya mereka taburkan ke sawah untuk kesuburan padi. Selain itu, Nyale tersebut mereka gunakan untuk berbagai keperluan seperti santapan (Emping Nyale), lauk-pauk, obat kuat dan lainnya yang bersifat magis sesuai dengan keyakinan masing-masing.



Konon, Pada zaman dahulu kala di sepanjang Pantai Selatan terdapat Kerajaan Tonjang Beru dipimpin oleh seorang Raja yang memiliki putri cantik bernama Putri Mandalika.

Kecantikannya banyak memukau pangeran-pangeran di Pulau Lombok. Karena banyaknya pinangan terhadap dirinya dan Putri Mandalika tidak bisa memilih salah satu diantara mereka, Sang Putri memutuskan untuk menceburkan diri ke Pantai Selatan dan berjanji akan kembali setahun sekali. Sesuai dengan perkataannya, ia kembali setiap tahun namun dalam bentuk nyale.

Sebelum perayaan inti dimulai, ada kesenian dan acara tradisional yang dipentaskan. Pengunjung pada  sore hari mendirikan tenda-tenda kecil untuk peristirahatan sejenak. Dari tenda ini ,bisa menyaksikan Betandak (berbalas pantun), Bejambik (pemberian cendera mata kepada kekasih), serta Belancaran (pesiar dengan perahu). Dan tak ketinggalan pula, digelar drama kolosal Putri Mandalika.

Banyak pengunjung yang datang ke Pulau Lombok dari berbagai tempat hanya untuk menyaksikan suasana riuh dan ramai ketika menangkap nyale. Pada festival ini tampak suasana kebersamaan dimana masyarakat membaur menjadi satu dengan lainnya mencari nyale secara masif. Anda juga diperbolehkan berpartisipasi untuk mencari nyale di lokasi ini.

Jika beruntung, anda akan mendapatkan banyak nyale yang menurut penelitian, nyale memiliki kadar protein tinggi dan mampu mengeluarkan zat yang terbukti bisa membunuh kuman-kuman. Cara memasak nyale yang umum di kalangan masyarakat Lombok adalah dengan membungkus nyale dengan daun pisang dan kemudian membakarnya, yang biasa disebut pepes.

Nyale selalu muncul di pantai Selatan Lombok Tengah tepatnya di 16 titik pantai yang memanjang sejauh puluhan kilometer dari arah Timur hingga Barat, seperti pesisir Pantai Kaliantan, Pantai Kuta, dan Pantai Selong Belanak. Pantai-pantai ini dikelilingi oleh deretan perbukitan. Namun, lokasi yang paling ramai dikunjungi para pelancong adalah Pantai Seger yang berlokasi di Desa Kuta, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Barat, Indonesia.

Untuk menju kawasan ini (desa Kuta), bisa menggunakan transportasi umum dari Terminal Mandalika Kota Mataram menuju Praya (Ibukota Kabupaten Lombok Tengah) yang berjarak kurang lebih 30 km. Dari sana tidak ada yang langsung menuju lokasi wisata, karenanya anda bisa menyewa mobil menuju Desa Kuta.

Jangan lupa sediakan peralatan sperti : senter, jaring, dan tempat penyimpanan nyale. Namun biasanya banyak warga setempat yang menyediakan perlatan tersebut.

Fasilitas motel dan penginapan sederhana yang didirikan sekitar lokasi wisata. Selain itu banyak juga kios-kios kecil dan restaurant yang menawarkan aneka masakan khas Pulau Lombok.

Tradisi menangkap Nyale (BAU NYALE) dipercayai timbul akibat pengaruh keadaan alam dan pola kehidupan masyarakat tani yang mempunyai kepercayaan yang mendasar akan kebesaran Tuhan, menciptakan alam dgn segala isinya termasuk binatang sejenis Anelida yang disbt  Nyale. Kemunculannya di pantai Lombok Selatan yang ditandai dengan keajaiban alam sebagai rahmat Tuhan atas mahluk ini.

Beberapa waktu sebelum Nyale keluar hujan turun deras dimalam hari diselingi kilat dan petir yang menggelegar disertai dengan tiupan angin yg sangat kencang. Diperkirakan pada hari keempat setelah purnama, malam menjelang Nyale hendak keluar, hujan menjadi reda, berganti dengan hujan rintik-rintik, suasana menjadi demikian tenang, pada dini hari Nyale mulai menampakkan diri bergulung-gulung bersamaan ombak yang gemuruh memecah pantai, dan secepatnya itu pula Nyale berangsur-angsur lenyap dari permukaan laut bersamaan dengan fajar menyingsing di ufuk timur.


Sponsored By : http://telkomflexi.com/

Singang Masakan Khas Sumbawa

0 comments


Pulau Sumbawa, utamanya Kabupaten Sumbawa, selain dikenal daerah yang kaya bahan tambang dan sentra peternakan, ternyata juga memiliki khazanah kuliner yang sangat menggugah selera. Salah satu khazanah kuliner  itu adalah Singang.
Singang, begitulah masyarakat di Sumbawa menamai masakan tradisional berbahan ikan segar ini. Ikan segar yang dibumbui dengan berbagai macam rempah tersebut selintas mirip dengan gulai ikan karena kuahnya.
Dari tampilannya saja, kuah Singang  sudah cukup menggugah selera. Warna kuah yang kekuningan dipadu dengan warna hijau daun kemangi dan warna merah  cabe rawit, menjadikan menu masakan ini terlihat segar. 
Sementara rasa kuah Singang yang didalamnya ada asam Jawanya, terasa agak asam, tapi sangat lezat.   

Untuk bisa menikmati menu masakan ini di Sumbawa tidak terlalu sulit, karena cukup banyak warung makan di daerah tersebut yang menyediakan menu yang satu ini. Salah satu warung yang sudah lama menyajikan masakan khas ini berada di dekat monumen arah kota Sumbawa.
Singang, menurut pengelola warung makan di Sumbawa, berbahan ikan segar. Ikan yang dipilih boleh apa saja. Namun, mereka menganjurkan menggunakan ikan bandeng atau  kakap.
Sebelum dimasak, ikan dipotong-potong sesuai selera.   Sedangkan bumbu-bumbu yang dibutuhkan seperti cabe rawit,  bawang putih & bawang merah,  kemiri,  kunyit untuk menghilangkan bau dan memberi warna masakan
asam Jawa secukupnya,  minyak goreng secukupnya, daun kemangi
cabe rawit ijo dan  air secukupnya
Untuk memasaknya,  semua bumbu dihaluskan, mencapurkan asam Jawa dengan air putih, memanaskan minyak goreng untuk menumis bumbu hingga baunya harum. Setelah itu, masukan air asam Jawa  hingga mendidih, masukan ikan hingga mengental
.
Langkah berikutnya,  memmasukkan cabe rawit kemangi ( tidak perlu terlalu lama), diangkat dan dituangkan ke dalam mangkuk dan siap dihidangkan bersama nasi putih.  Singang sangat nikmat disajikan dalam keadaan panas. 

Sember : antaramataram.com

sponsored By : http://telkomflexi.com/

 
Lombok Sumbawa Secret © 2011 | Sponsored by Lombok-sumbawa-ntb